Tren penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja telah merambah hingga ke komunitas olahraga di Bekasi. Banyak yang beranggapan bahwa menggunakan Vape adalah alternatif yang jauh lebih aman dibandingkan rokok konvensional karena tidak mengandung tar. Namun, bagi seorang atlet pelajar yang membutuhkan kapasitas paru-paru maksimal, uap kimia yang dihasilkan tetap memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap performa fisik. Di tahun 2026, penelitian semakin memperjelas bahwa partikel halus dalam uap tersebut dapat memicu peradangan pada kantong udara di paru-paru (alveoli), yang pada gilirannya akan mengganggu proses pertukaran oksigen saat sedang melakukan aktivitas fisik berat seperti bertanding atau berlatih.
Kandungan nikotin yang tetap ada di dalam sebagian besar cairan Vape juga memiliki efek buruk terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Bagi atlet muda di Bekasi, nikotin dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menghambat distribusi nutrisi dan oksigen ke otot-otot yang sedang bekerja keras. Selain itu, bahan kimia tambahan seperti perasa dan pelarut (propilen glikol) saat dipanaskan dapat berubah menjadi zat yang bersifat iritatif terhadap saluran pernapasan. Stikes Bekasi sangat memperhatikan fenomena ini karena kerusakan paru-paru pada usia muda bersifat akumulatif dan dapat mengakhiri karier cemerlang seorang atlet bahkan sebelum mereka mencapai puncak prestasi di level profesional.
Dampak jangka panjang dari paparan uap Vape yang sering diabaikan adalah penurunan daya tahan kardiovaskular. Seorang atlet yang sering terpapar uap kimia akan lebih cepat merasa sesak napas dan mengalami penurunan stamina yang drastis. Hal ini tentu menjadi kerugian besar bagi pelajar yang sedang mengincar beasiswa atau prestasi di bidang olahraga. Edukasi di sekolah-sekolah di Bekasi terus ditingkatkan untuk membongkar mitos “vape sehat” yang beredar di media sosial. Para siswa diajak untuk memahami bahwa tubuh mereka adalah modal utama, dan memasukkan zat asing yang bersifat korosif ke dalam paru-paru adalah langkah yang sangat merugikan bagi masa depan kesehatan mereka sendiri.
Stikes Bekasi mendorong para pelatih dan orang tua untuk lebih proaktif dalam mengawasi pergaulan dan kebiasaan para atlet pelajar terkait penggunaan Vape. Pencegahan melalui pemahaman sains yang mendalam jauh lebih efektif daripada sekadar larangan tanpa penjelasan. Dengan memberikan data mengenai penurunan volume paru-paru dan risiko penyakit paru obstruktif kronis di masa depan, diharapkan para remaja dapat membuat keputusan yang lebih bijak. Mari kita jaga lingkungan olahraga yang bersih dari paparan zat kimia berbahaya. Prestasi yang luar biasa hanya bisa diraih dengan kondisi fisik yang prima, dan paru-paru yang sehat adalah mesin utama bagi setiap atlet untuk mencapai garis finis sebagai pemenang.
