Tingkat Polusi Industri Bekasi yang berada di atas ambang batas normal menjadi fokus penelitian mendalam bagi mahasiswa STIKES di wilayah tersebut. Sebagai pusat manufaktur terbesar di Indonesia, Bekasi menghadapi tantangan serius berupa penurunan kualitas udara yang berdampak langsung pada kesehatan sistem pernapasan para pekerja pabrik. Mahasiswa melakukan riset lapangan dengan menguji fungsi paru-paru para buruh yang setiap hari terpapar asap buangan industri dan debu material di lingkungan kerja mereka dalam jangka waktu yang lama.
Penelitian mengenai Polusi Industri Bekasi ini menggunakan alat spirometri untuk mengukur kapasitas vital paru-paru para responden. Temuan awal menunjukkan adanya kecenderungan penurunan fungsi paru yang signifikan pada pekerja yang telah mengabdi lebih dari lima tahun tanpa penggunaan alat pelindung diri (APD) yang memadai. Banyak dari mereka yang mulai mengalami gejala batuk kronis, sesak napas ringan, hingga indikasi awal penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Hal ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja di sektor industri Bekasi memerlukan perhatian medis yang lebih intensif dan sistematis.
Kaitan antara Polusi Industri Bekasi dan kesehatan pekerja seringkali terabaikan demi mengejar target produksi. Mahasiswa STIKES juga menemukan bahwa banyak perusahaan yang belum menerapkan standar kesehatan lingkungan kerja secara ketat. Selain paparan di dalam pabrik, polusi udara di area pemukiman sekitar kawasan industri juga memperburuk kondisi kesehatan masyarakat umum. Mahasiswa kini mendesak adanya kebijakan perusahaan yang lebih pro-kesehatan, seperti pemeriksaan medis rutin secara gratis dan penyediaan masker dengan filter khusus bagi pekerja di area berisiko tinggi.
Selain memaparkan fakta medis, riset tentang Polusi Industri Bekasi ini juga memberikan edukasi bagi para buruh mengenai cara menjaga kebersihan sistem pernapasan melalui gaya hidup sehat. Mahasiswa menekankan pentingnya asupan antioksidan dan olahraga ringan untuk membantu tubuh melawan dampak negatif dari radikal bebas yang dihasilkan oleh polutan industri. Upaya ini dilakukan agar para pekerja memiliki kesadaran mandiri untuk melindungi diri mereka sendiri, mengingat perubahan kebijakan di tingkat perusahaan seringkali memerlukan waktu yang cukup lama.
