Biskuit protein tepung ikan lele menjadi salah satu inovasi pangan lokal kaya gizi yang dikembangkan dalam riset ilmu gizi untuk menanggulangi masalah stunting pada balita. Ikan lele merupakan sumber protein hewani yang melimpah, murah, dan kaya akan asam amino esensial serta asam lemak omega-3 yang sangat dibutuhkan bagi tumbuh kembang otak dan tulang anak. Pengolahan ikan lele menjadi bentuk tepung protein halus menghilangkan bau amis tanpa merusak kandungan nutrisinya, sehingga sangat ideal untuk diformulasikan ke dalam produk olahan biskuit yang disukai anak-anak.
Dalam proses pembuatan biskuit protein tinggi ini, para mahasiswa ilmu gizi melakukan eksperimen formulasi campuran tepung ikan lele, tepung terigu, gula, dan mentega dengan proporsi yang terukur di laboratorium pangan. Mereka menguji tingkat penerimaan organoleptik anak-anak terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur renyah dari biskuit yang dihasilkan. Pengujian laboratorium juga dilakukan untuk menghitung secara presisi kandungan kadar protein, kalori, lemak, serta daya simpan biskuit agar memenuhi standar makanan tambahan pendamping bagi balita gizi kurang.
Formulasi produk biskuit protein berbasis bahan pangan lokal ini dirancang sebagai makanan peningkat gizi alternatif yang mudah diproduksi oleh masyarakat di daerah pedesaan. Para mahasiswa mengedukasi para ibu balita dan kader posyandu mengenai cara mengolah biskuit sehat ini secara mandiri dengan menggunakan peralatan dapur sederhana. Pemberian makanan tambahan kaya protein hewani ini secara teratur pada balita terbukti secara efektif meningkatkan berat badan, tinggi badan, serta memperbaiki status gizi anak secara signifikan.
Pemanfaatan potensi bahan pangan lokal ikan lele ini juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi pengolah ikan dan nelayan budidaya lokal di sekitarnya. Diversifikasi produk pangan bergizi tinggi berbahan dasar ikan menciptakan nilai tambah ekonomis sekaligus menjadi solusi konkrit dalam mengatasi masalah keterbatasan akses makanan bergizi bagi keluarga prasejahtera. Kerja sama antara civitas akademika, dinas kesehatan, dan pemerintah daerah sangat krusial dalam mendistribusikan produk pangan inovatif ini ke wilayah berisiko stunting tinggi.
secara keseluruhan, penelitian dan pendedikasian formulasi kudapan kaya gizi ini merupakan bentuk nyata kontribusi ilmu pengetahuan dalam menyelesaikan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Inovasi pangan lokal yang murah dan berdaya gizi tinggi menjadi kunci utama dalam mencetak generasi penerus bangsa yang bebas stunting, sehat, dan cerdas. Diharapkan formulasi biskuit kaya nutrisi ini dapat diproduksi secara massal dan dijadikan program makanan tambahan nasional di seluruh wilayah tanah air.
